Postingan

Menampilkan postingan dengan label Communication

Sepotong Kecil Pidato Presiden Prabowo tentang Arti Nama Sri Mulyani

Gambar
Beberapa media memberitakan penggalan pidato Presiden Prabowo Subianto tentang Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat menghadiri peluncuran 80.081 kelembagaan koperasi desa/kelurahan di Klaten, 21 Juli lalu. Dalam pidato tersebut Prabowo mengisahkan gagasan-gagasannya yang sering merepotkan Menkeu Sri Mulyani sebagai bendahara negara dalam hal penyediaan anggaran. Menurut Prabowo, Menkeu Sri Mulyani sering harus berpikir keras bahkan stres karena hal itu. Tetapi, kata Prabowo, hal itu tidak jadi masalah karena tujuan gagasan itu adalah mulia. Dan mengenai soal-soal yang berkaitan dengan kemuliaan, dalam pandangan Prabowo, Sri Mulyani orang yang tepat. “Yang mengupayakan Menteri Keuangan, semakin stres itu. Tapi tidak apa-apa, Bu, ini mulia. Nama ibu kan Sri Mulyani, jadi harus yang mulia-mulia, Bu. Ibu akan dicintai oleh semua desa di seluruh Indonesia," kata Prabowo. Menurut media, komentar tersebut disambut tempuk tangan dan tawa hadirin. Media menyebut Prabowo melontarka...

Anda di Mana: Kubu Zero Sum atau Positive Sum

Gambar
Barangkali Anda belum sempat membaca The Economist edisi 12 Juli 2025. Di sana ada sebuah esai opini yang menarik dari seorang perempuan profesor ekonomi di Universitas Harvard. Namanya Stefanie Stantcheva. Perempuan berdarah Prancis ini adalah pemenang The John Bates Clark Medal untuk tahun 2025, yakni penghargaan tahunan prestisius yang diberikan oleh American Economic Association (AEA) kepada ekonom berusia di bawah 40 tahun yang dipandang memberikan kontribusi signifikan kepada pemikiran dan pengetahuan ekonomi. Saya akan nukilkan pikiran-pikirannya dalam esai tersebut untuk Anda, seraya membubuhkan beberapa catatan kecil. Stantcheva mengajukan pengamatan bahwa berita-berita dewasa ini, termasuk diskursus di media sosial dipenuhi tentang konflik antarkelompok, persaingan memperebutkan sumber daya yang terbatas dengan gambaran bahwa setiap kemenangan bagi satu kelompok adalah kekalahan bagi kelompok lain. Di arena perdagangan, misalnya, banyak orang Amerika berpandangan bahwa jika...

Mewaspadai Godaan Gaya Hagiografis dalam Menulis Profil Tokoh

Gambar
  Nigel Farndale, penjaga gawang rubrik Obituari koran Inggris The Time s, pernah memberi petunjuk menulis cerita tentang tokoh, khususnya dalam penulisan obituari. Menurut dia, sebuah obituari semestinya adalah catatan yang berimbang tentang sang mendiang yang baru saja pergi. Dalam Writing Obituaries can be Strangely Life-affirming (Spectator, 9 Mei 2020), ia mengatakan obituari seyogyanya ditulis dengan gaya datar dan tidak boleh terjebak menjadi hagiografi. Apa maksudnya? Hagiografi adalah biografi seseorang yang dianggap suci atau pemimpin keagamaan yang disucikan, yang ditulis dengan penuh sanjungan. Sang tokoh digambarkan seideal mungkin, dengan deskripsi yang menonjolkan perbuatannya yang mulia, dan pengalamannya yang acap kali melampaui rasionalitas. Keajaiban-keajaiban yang dialami atau diperbuat sang tokoh menjadi bagian yang penting. Hagiografi merupakan genre sastra yang penting di lingkungan gereja pada awal abad pertengahan. Para ahli di bidang ini sering memperdeba...

Mengapa Orang Segan Mengemukakan Pendapat yang Berbeda Meskipun Dia Yakin Benar

Gambar
Jawaban terhadap pertanyaan ini tidak mungkin tunggal. Ada banyak penyebab orang memilih diam walaupun ia yakin dirinya benar. Dari tradisi Jawa kita mengenal nasihat “ sing waras ngalah .” Artinya yang waras memilih mengalah daripada melayani perdebatan dengan mereka yang salah. Jadi motivasi untuk tidak bersuara adalah menghindari perdebatan atau pertengkaran atau keributan.

Dari Algoritma Marketing ke Algoritma Otoritarian: Buah Tangan dari Kuliah Umum Profesor Merlyna Lim

Gambar
Pertanyaan kontemporer apakah media digital (khususnya media sosial dan algoritmanya) memajukan demokrasi atau malah sebaliknya menyuburkan otoritarianisme, diangkat kembali oleh Profesor Merlyna Lim dalam kuliah umum di Universitas Paramadina, 8 Mei 2025. Profesor Komunikasi dan Kajian Media di Carleton University, Kanada itu membawakan kuliah bertajuk Media Sosial, Politik dan Aktivisme Digital di Indonesia. Jawaban atas pertanyaan itu bisa pendek, yakni “tidak, media sosial tidak otomatis memajukan demokrasi.” Namun, penjelasan terhadap jawaban singkat itu tidak sederhana, sehingga ia memerlukan durasi tiga jam lebih menyampaikan kuliahnya, termasuk dengan memainkan okulele dan bernyanyi. Prof Lim mengatakan media sosial dengan algoritmanya sejak awal tidak dirancang untuk tujuan politik yang demokratis. Menurut dia, media sosial adalah platform kapitalisme yang dioperasikan berdasarkan logika pemasaran (marketing). Partisipasi politik bukan tujuan utamanya melainkan partisipasi...

Mengapa Poin-poin Argumentasi pada Esai Persuasif Lebih Efektif Bila Diberi Nomor

Gambar
  Esai persuasif sangat dibutuhkan dalam banyak profesi. Salah satunya dalam apa yang dikenal sebagai ' bad letter .' Bad letter adalah esai berupa surat yang berisi penjelasan tentang suatu hal yang buruk atau kurang berkenan bagi penerimanya. Misalnya surat pemberitahuan ditutupnya perusahaan, surat penjelasan tentang tidak dikabulkannya permohonan bantuan, surat penolakan terhadap klaim ganti rugi, dan sejenisnya.

Bagaimana Penulis Esai Memakai Majas Paradoks untuk Membujuk Pembaca

Gambar
Perang endorsement ( dukungan) semakin gencar menjelang hari H pemilihan presiden AS. Kolom opini koran-koran terkemuka negara itu ramai berhiaskan esai mendukung salah satu kandidat.

Bagaimana Mengatur Suara Saat Berpidato

Gambar
Saya masih terus belajar berbicara di depan kelas. Saya merasa sangat kurang dalam hal ini. Selama dua tahun saya pernah menjadi asisten motivator Guru Etos Indonesia, Jansen Sinamo, berkeliling ke lebih dari 10 provinsi di Indonesia menjalankan training etos kerja profesional. Saya banyak belajar dari sana. Selain itu saya juga mengusahakan berlatih secara mandiri, mempelajari literatur, dan ikut kelas online. Saya menyadari, pe-er saya masih banyak. Di samping untuk menambal kekurangan, saya mempelajari ' public speaking ' dengan satu tujuan lain. Saya ingin mengadopsi dan mengapropriasi praktik lisan ke praktik menulis. Sebab bagaimana pun, tulisan adalah pantulan dari lisan. Semakin tepat tulisan meringkus lisan, semakin tepat pesan yang disampaikan. Seharusnya banyak yang dapat ‘diterjemahkan’ dari praktik lisan ke bertutur tertulis. Maka saya mengikuti pelatihan online bertopik “ Finding Your Professional Voice: Confidence and Impact ” yang disediakan oleh Royal Central S...

Mengapa Berita sering Diumpamakan Seperti Martabak Telur

Gambar
Seorang direktur utama bank BUMN di tahun 1990an mengumpamakan berita miring tentang perusahaan yang dipimpinnya martabak telur. Mulanya sekepal, tetapi lama-lama mengembang menjadi sekuali. Ia kesal karena terus-menerus dikejar wartawan tentang kasus yang 'sekepal' itu. Sekali waktu di Inggris, dalam pertemuan sesama penerima beasiswa dari negara Raja Charles itu, seorang mahasiswa India bertanya kepada kami secara berkelakar begitu ia tahu kami wartawan: "Bagaimana caranya membuat yang hitam jadi putih, dan yang putih jadi hitam? Anda-anda kan ahlinya," kata dia. Kami hanya tertawa. Namun, merasa tersindir juga. Kesan bahwa wartawan bekerja bukan untuk 'menemukan' kebenaran tetapi 'menciptakan' kebenaran bukan hal baru. Namun, sesungguhnya tuduhan itu bukan hanya diarahkan kepada wartawan, melainkan kepada praktisi komunikasi. Dan itu sudah terjadi sejak manusia mulai merumuskan komunikasi sebagai sebuah 'ilmu' di Yunani di era Socrates. Kala...

Konten yang Menghibur versus Konten yang Menginspirasi, Mana yang Lebih Memikat

Gambar
Konten dengan tujuan utama menghibur, semisal film komedi atau film yang happy ending sempurna, sering dipandang berpengaruh positif dramatis dan segera pada audiens. Sebaliknya dengan konten yang tujuan utamanya menginspirasi. Efek kegembiraan yang ditimbulkannya memerlukan penalaran rasional untuk diterima sebagai inspirasi .Meskipun tidak dramatis, pengaruh konten yang menginspirasi dinilai tertanam lebih lama di benak audiens. Berbeda dengan konten yang menghibur, yang kesannya dianggap cepat berlalu. Perbedaan tujuan konten ini menjadi ancangan ilmuwan dari Michigan State University, Joshua Baldwin dan Gary Bente dalam penelitian mereka "The Winner Doesn’t Take It All: Analyzing Audience Responses to an Inspirational Sports Narrative ." Riset itu dimuat di jurnal Media and Communication, Volume 9 tahun 2021. Mereka menguji perbedaan dua jalur itu dalam mempengaruhi audiensnya. Cerita menghibur disebut konten hedonis, meminjam istilah filsafat etika, yang menggambark...

Masihkah Konferensi Pers Berguna di Era Digital?

Gambar
Buku tentang petenis Jepang Naomi Osaka baru saja terbit. Judulnya " Naomi Osaka: Her Journey to Finding Her Power and Her Voice." Ditulis oleh wartawan Ben Rothenberg, nukilannya disajikan di Newsweek edisi Desember 2023. Antara lain menyoroti relasi peraih empat gelar Grand Slam itu dengan media. Osaka, 26, sempat mundur dari tenis tahun 2022. Kini ia muncul kembali di turnamen Brisbane International yang tengah berlangsung. Mundurnya petenis berdarah campuran Jepang-Haiti-Amerika dua tahun lalu didahului oleh kontroversi di French Open 2021. Ia ketika itu menolak menghadiri konferensi pers wajib di turnamen itu dengan alasan masalah depresi. Ia mengatakan pertanyaan wartawan sering membuat kondisinya lebih buruk. Sorotan terhadap Osaka memang tidak selalu positif. Walau aktivismenya mendukung gerakan Black Live Matters menuai penghargaan dari media terkemuka, banyak fans tenis mengeritiknya karena menggunakan olah raga sebagai panggung. Begitu hebatnya serangan terhad...

Parafrase dalam 10 Tip Komunikasi yang Efektif

Gambar
Pagi tadi saya membaca edisi terbaru majalah terbitan India, Heartfulness. Artikel yang ditulis oleh Liz Kingsnorth, direktur program Heartful Communication, pada halama 50-53 cukup menarik. Judulnya 10 Tips for Effective Communications. Artikel itu menyajikan 10 saran praktis. Dari 10 saran itu, satu hal yang merupakan insight baru bagi saya adalah betapa pentingnya parafrase dalam komunikasi. Parafrase yang sangat akrab bagi para penulis, sama krusialnya dalam komunikasi lisan. Berikut ini tipnya: 1. Keep an intention for connection. Untuk menjalin komunikasi yang efektif diperlukan kesungguhan menciptakan keterhubungan dan menyingkirkan kekhawatiran akan hasilnya. Apakah hasilnya sesuai dengan ekspektasi atau tidak, hendaknya tidak mengendorkan kesungguhan untuk terkoneksi. Sebab terhubung secara sungguh-sungguh dengan orang lain adalah kebutuhan esensial manusia. 2. Listen twice as much as you speak! Mendengar secara serius adalah fundasi kuat bagi sebuah relasi. Mendengar lebih ...

Catatan tentang Peran Influencer Membentuk Opini Politik Anak Muda

Gambar
Catatan ini merupakan rangkuman dan parafrasa dari sebuah studi yang baru saja saya baca. Sudi itu berjudul " Social Media Influencers’ Role in Shaping Political Opinions and Actions of Young Audiences " dipublikasikan di jurnal Media and Communication, 3 Agustus 2023. Penulisnya, Christina Peter dari University of Klagenfurt, Austria, dan Luisa Muth dari FU Berlin, Jerman. Studi kualitatif ini menggunakan metode wawancara terhadap anak-anak muda Jerman usia 16-22 tahun. Tujuannya untuk menggambarkan peran influencer politik di medsos dalam membentuk opini anak-anak muda Jerman dan memobilisasi mereka untuk bertindak. Studi ini menyimpulkan bahwa influencer politik di medsos dapat mempengaruhi ide-ide politik generasi muda karena influencer dianggap mampu menyebarkan informasi. Bahkan responden yang tidak mengikuti influencer politik pun dapat terbujuk oleh konten influencer jika mereka melihat sesuatu yang menurut mereka penting dan kredibel. Berikut  hal menarik dari stu...

Tujuh Langkah Menyusun Storytelling Menurut Harvard Business Review

Gambar
Harvard Business Review edisi terbaru mengangkat storytelling jadi cerita sampulnya. Artikel tersebut ditulis oleh Frances Frei, profesor pada Harvard Business School, dan Anne Morris, pendiri Leadership Consortium. Judulnya, " Storytelling That Drives Bold Change ." Artikel ini bertujuan memberi insight kepada pemimpin bisnis tentang storytelling dalam menggerakkan perubahan organisasi. Berikut ini beberapa intisarinya. Pertama , pahami secara mendalam dan jelaskan secara sederhana . Storytelling menceritakan sesuatu dengan cara dan bahasa sederhana. Agar dapat menyusun cerita yang mengnspirasi perubahan, si pencerita harus memahami inti masalah yang dihadapi perusahaan, kemana tujuannya dan menjelaskannya secara mudah dimengerti. Kedua, menghargai masa lalu . Banyak pemimpin yang hendak melakukan perubahan berangkat dengan cara menghapus bahkan mencela masa lalu. Artikel ini tidak menyarankannya. Sebaliknya, storytelling harus berangkat dari menghargai yang baik dari m...

Kolam Favorit Para Penulis

Gambar
Kolam itu bernama kenangan masa kecil. Kolam inspirasi itu tidak habis-habisnya dieksplorasi. Para penulis menimba ide dari sumber yang tak pernah kering itu.   Semula saya berpikir ini hanya terjadi pada mereka yang tergolong berumur. Penulis senior, oleh asam garam kehidupan yang telah dikecapnya, sering menoleh ke belakang dalam mencari inspirasi ketimbang ke masa depan yang mungkin tak panjang lagi jangkauan imajinasinya. Tetapi saya salah. Kenangan masa kecil juga kolam inspirasi bagi penulis muda, seperti Lucy Fullord. Perempuan Australia ini baru saja meluncurkan bukunya " The Exiled: Empire, Immigration, and The Ugandan Asian Exodus. " Masa kecil Fullord diisi oleh cerita-cerita ibunya tentang kisah kakek dan neneknya yang terusir dari Uganda di masa kekuasaan Presiden Idi Amin. Siapa Idi Amin? Gen Y dan Gen Z di Indonesia barangkali tidak begitu akrab dengan nama ini. Tetapi Gen X seperti saya mengingatnya sebagai definisi sempurna seorang diktator. Sepotong kekejama...

Bila Wartawan Jatuh Cinta

Gambar
Berulang-ulang saya membaca esai yang ditulis oleh wartawan The Times, Chiara Brown ini. Dan saya terkesima seraya berkata dalam hati betapa beruntungnya perempuan kelahiran Amerika Serikat yang kini bermukim di London ini, memiliki privilese menulis esai sepersonal ini di koran tempatnya bekerja.   Esainya berjudul " I Want to Marry A Brit and Have A Baby Who Calls Me Mummy " berkisah tentang bagaimana ia jatuh cinta kepada Inggris sejak masih kecil. Semua hal berbau Inggris ia pelajari secara otodidak. Budayanya, aksennya, artis-artisnya, semuanya. Di usia 13 tahun ia sudah mematri mimpi untuk tinggal di Inggris. Dan mimpi itu kemudian terwujud. Kini lulusan Columbia University di bidang jurnalistik itu bekerja di London dan semakin bertambah saja rasa cintanya pada negeri idolanya. Dari esainya kita menyadari betapa cinta bisa berdimensi sangat luas, seperti definisi kamus Oxford: "Cinta mencakup serangkaian keadaan emosional dan mental yang kuat dan positif, mulai ...

Kebanyakan Tulang daripada Dagingnya: Kritik Terhadap Storytelling

Gambar
Srinath Sidaran menyebut dirinya sebagai penulis, peneliti kebijakan, dan penasihat korporasi. Sedangkan Lloyd Mathias memperkenalkan diri sebagai angel investor dan pemimpin senior bisnis. Keduanya bersama-sama menulis sebuah artikel opini di BusinessWeek edisi India, 3 Oktober 2023, berisi kritik terhadap praktik storytelling dewasa ini.  Dalam artikel berjudul " Have Business Forgotten 'Story with Substance '?" itu mereka melancarkan keprihatinan betapa praktik storytelling di dunia bisnis telah melenceng dari hakikatnya sebagai pembawa perubahan. Menurut mereka, storytelling dewasa ini lebih mementingkan wadah daripada isinya. Kebanyakan kosmetik dan pernak-pernik bungkusnya daripada pesannya. Lebih ramai tulang daripada dagingnya. Perhatian terhadap estetika, kata mereka, kerap lebih menonjol daripada keaslian substansi. Akibatnya ia terhenti hanya jadi alat marketing . Ia mengabaikan fungsinya menjalin relasi yang lebih dalam dengan pelanggan melalui konte...

Mengapa Cerita Cover Version Lebih Viral dari Aslinya?

Gambar
Pertanyaan ini sering terbersit di pikiran saya: mengapa kebanyakan cerita rakyat yang popular penciptanya anonim?  Salah satu kemungkinan jawabannya ialah karena cerita-cerita itu begitu mempesona pendengarnya, sehingga mereka merasa memiliki cerita itu. Mereka menceritakannya kembali dengan versi masing-masing sampai-sampai lupa siapa penciptanya. Itulah kehebatan storytelling. Menurut Stephen Denning, penulis yang menjadi proponen digunakannya storytelling dalam komunikasi kepemimpinan di dunia bisnis, storytelling yang berhasil pada dasarnya menyampaikan dua cerita. Cerita pertama adalah cerita seperti yang disampaikan oleh si pencerita. Cerita kedua adalah cerita yang sudah diapropriasi oleh si pendengar menjadi cerita miliknya sendiri. Cerita jenis kedua ini, kata Denning, tercipta ketika pendengar memproyeksikan konteks, masalah, harapan, dan aspirasi mereka ke dalam alur cerita. Bukan itu saja. Mereka meyakini nilai-nilai cerita yang mereka ciptakan, dan menceritakannya ke...

Storytelling di Dunia Bisnis

Gambar
Storytelling dewasa ini jadi kata yang fancy, seperti kata globalisasi pada tahun 1990an. Ia topik yang dipandang keren, dibicarakan dalam berbagai konteks, bahkan di segala konteks. Kadang-kadang ia seperti obat dengan 1001 faedah untuk masalah (komunikasi) apa saja.   Tampaknya ini merupakan gelombang kebangkitan yang kesekian bagi storytelling . Ia telah pernah menikmati masa keemasan di tahun 1980an pasca dunia bisnis dilanda demam reorganisasi. Sekarang di saat praktik komunikasi sangat dipengaruhi oleh internet of things, ia bangkit lagi. Sesungguhnya storytelling sangat biasa di hampir semua kultur. Ia telah dipakai berabad-abad menyampaikan pesan. Orang-orang seusia saya yang hidup di pedesaan, di masa kanak-kanak masih bisa menyaksikan storytelling in action , tatkala para ibu menikmati waktu luang saling mencari kutu rambut. Pesan, petuah, dan teguran kepada teman atau anak, mengalir lewat cerita. Dunia bisnis era modern yang serba lugas ( to the point) pernah memanda...