Tidak Ada Kata Terlambat untuk Cerita Happy Ending
Retaknya persahabatan akibat perbedaan pandangan politik sering tak terelakkan. Barangkali memang ada yang berhasil menghindarinya. Namun, tidak sedikit yang menyerah. Bahkan relasi yang lebih intim dari sahabat, seperti pernikahan, bisa kandas oleh politik. Di Indonesia fakta ini sudah diangkat oleh media empat tahun lalu. Berdasarkan data Mahkamah Agung yang dikutip sejumlah media pada tahun 2019, sebanyak 334 pasangan bercerai karena perbedaan pandangan politik pada 2011. Pada tahun 2012 jumlahnya meningkat menjadi sebanyak 651 pasangan dan pada tahun 2013 sebanyak 2.094 pasangan. Data tahun-tahun sesudahnya belum sempat saya temukan. Tetapi pemberitaan tentang hubungan yang putus akibat aspirasi politik yang tak kompak masih sering menghiasi media. Dengan konteks ini seharusnya tidak ada lagi yang luar biasa pada buku berjudul "The Rough Rider and the Professor". Karya sejarawan AS, Lawrence Jurdem ini berfokus pada retaknya persahabatan 35 tahun antara Presiden AS Theo...