Postingan

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Cerita Happy Ending

Gambar
  Retaknya persahabatan akibat perbedaan pandangan politik sering tak terelakkan. Barangkali memang ada yang berhasil menghindarinya. Namun, tidak sedikit yang menyerah. Bahkan relasi yang lebih intim dari sahabat, seperti pernikahan, bisa kandas oleh politik. Di Indonesia fakta ini sudah diangkat oleh media empat tahun lalu. Berdasarkan data Mahkamah Agung yang dikutip sejumlah media pada tahun 2019, sebanyak 334 pasangan bercerai karena perbedaan pandangan politik pada 2011. Pada tahun 2012 jumlahnya meningkat menjadi sebanyak 651 pasangan dan pada tahun 2013 sebanyak 2.094 pasangan. Data tahun-tahun sesudahnya belum sempat saya temukan. Tetapi pemberitaan tentang hubungan yang putus akibat aspirasi politik yang tak kompak masih sering menghiasi media. Dengan konteks ini seharusnya tidak ada lagi yang luar biasa pada buku berjudul "The Rough Rider and the Professor". Karya sejarawan AS, Lawrence Jurdem ini berfokus pada retaknya persahabatan 35 tahun antara Presiden AS Theo...

Bagaimana Surat Kabar Membuat Pembaca Lebih Cerdas

Gambar
Apakah Anda seperti saya, tidak terlalu sering mendengar kata ' lakuran '? Kalau ya, waktunya kini kita mempercakapkannya. Dalam Bahasa Sunda ia berakar dari kata lakur. A rtinya campur. Lakuran berarti campuran atau perpaduan atau kombinasi.

Mewaspadai Godaan Gaya Hagiografis dalam Menulis Profil Tokoh

Gambar
  Nigel Farndale, penjaga gawang rubrik Obituari koran Inggris The Time s, pernah memberi petunjuk menulis cerita tentang tokoh, khususnya dalam penulisan obituari. Menurut dia, sebuah obituari semestinya adalah catatan yang berimbang tentang sang mendiang yang baru saja pergi. Dalam Writing Obituaries can be Strangely Life-affirming (Spectator, 9 Mei 2020), ia mengatakan obituari seyogyanya ditulis dengan gaya datar dan tidak boleh terjebak menjadi hagiografi. Apa maksudnya? Hagiografi adalah biografi seseorang yang dianggap suci atau pemimpin keagamaan yang disucikan, yang ditulis dengan penuh sanjungan. Sang tokoh digambarkan seideal mungkin, dengan deskripsi yang menonjolkan perbuatannya yang mulia, dan pengalamannya yang acap kali melampaui rasionalitas. Keajaiban-keajaiban yang dialami atau diperbuat sang tokoh menjadi bagian yang penting. Hagiografi merupakan genre sastra yang penting di lingkungan gereja pada awal abad pertengahan. Para ahli di bidang ini sering memperdeba...

Mengapa Jurnalis Sering Tidak Kritis terhadap Kepakaran Narasumbernya

Gambar
Barangkali Anda pernah menyaksikan tayangan televisi, tatkala seseorang yang disebut sebagai pakar diwawancarai oleh host. Sang pakar hanya berbicara dua-tiga menit, mengungkapkan apa yang Anda – dan sebagian besar publik – sudah tahu. Acap kali sang pakar bahkan tidak memberikan informasi dan pengetahuan – ia hanya mengonfirmasi apa yang telah dijelaskan oleh sang host. Lalu, “Terimakasih telah bersama kami,” sang host mengakhiri wawancara, dan berpindah kepada berita lain. Lantas apakah fungsi pakar dalam tayangan itu? Jelas ia bukan sebagai narasumber yang membagikan pengetahuan. Ia sekadar memberi kredibilitas pada tayangan berita. Dengan menampilkan narasumber yang memiliki otoritas sebagai pakar, berita itu diharapkan memiliki kredibilitas. Kehadiran pakar dalam pemberitaan bukan barang baru dalam jurnalisme. Memberi kredibilitas pada berita sesungguhnya hanya peran sekunder. Yang lebih utama pakar diharapkan menawarkan komentar yang luas tentang masalah politik, sosial, dan b...

Bagaimana Framing Media Memperkuat Simpati Publik kepada Pemimpin Otoriter

Gambar
  Keyakinan bahwa otoritarianisme dan demokrasi sebagai dua hal yang berlawanan sudah begitu mapan di tengah masyarakat global. Baik sebagai ideologi maupun sebagai sistem, keduanya dipandang tidak mungkin bergandengan.